Jual LPG 50 Kg & Bulk / Curah untuk industri, HARGA MURAH-BERSAING-BERKUALITAS-TERPERCAYA. Untuk Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), Banten, Cilegon, Cikarang, Cibitung, Karawang, Puncak, Cisarua, Cipanas & sekitar Jawa Barat. Hotel, Restoran, Rumah Makan, Catering, Food Court, Mall, Rumah Sakit, Apartemen, Bengkel Las, dll. Info & Pemesanan : 085890990802 - 081288185626 email : lpg.industri@gmail.com
Tampilkan postingan dengan label jual elpiji 50kg. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jual elpiji 50kg. Tampilkan semua postingan
Rabu, 23 April 2014
Hati-hati Pengoplosan LPG ke 50 Kg
Elpiji 50 kg adalah elpiji untuk konsumsi industri dan tidak di subsidi, dengan harga yang di atas LPG subsidi 12 kg dan 3 kg, maka isi LPG 50 rawan untuk di oplos, Bareskrim mabes Polri mengamankan Hendro Prabowo Bin Hadi Suparno, pengoplos gas elpiji 50 kg di tempat usahanya, Jalan Haji Mean 5 Nomor 23 RT 003/010, Karang Timur, Karang Tengah, Tangerang, Banten. Tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana niaga elpiji itu ditangkap 10 April 2014 malam.
"Penangkapan setelah anggota kami melakukan olah TKP dari pukul 17.00 sampai 22.00 WIB di tempat usaha tersangka beriniasil HP bin HS," kata Wakil Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Kombes Pol Alex Mandalika di kantornya, Jakarta, Jumat (11/4/2014).
Alex menuturkan, perusahaan Hendro, PT Bima Gasindo tanpa rekomendasi dari agen elpiji atau tanpa ijin dari PT Pertamina selaku distributor elpiji yang memperoleh izin dari Kementerian ESDM.
"Modus operandinya, anak buah tersangka yaitu saudara DY (Dwi Yono) dan A (Asep) serta E (Enda) melakukan pencarian dan pembelian tabung gas elpiji 3 kg di seputaran Ciledug dan
Senin, 10 Maret 2014
Pertamina bangun pabrik pelumas termodern se-Asia Tenggara
PT Pertamina (Persero) mengklaim pihaknya saat ini tengah membangun pabrik pelumas atau grease plant dan Lube Oil Blending Plant modern di ASEAN. Pabrik yang berlokasi di Tanjung Priok ini total menghabiskan biaya pembangunan mencapai Rp 1,3 triliun.
"Untuk grease plant investasinya Rp 500 miliar sedangkan lube oil blending plant investasinya Rp 800 miliar," ujar Direktur Utama Lubricants Pertamina, Supriyanto, dalam keterangan tertulis, Jakarta, Minggu (9/3).
Supriyanto mengungkapkan potensi pasar pelumas di dalam negeri per tahunnya mencapai Rp 20 triliun. Sejauh ini, Pertamina telah menguasai 60 persen pasar di dalam negeri dengan pendapatan sekitar Rp 12 triliun per tahun. "Dan keuntungan Rp 2,4 triliun per tahun," tuturnya.
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya, mengatakan pembangunan pabrik pelumas tersebut akan selesai pada Juni mendatang. Nantinya, pabrik tersebut mampu berproduksi sekitar 9.000 metrik ton pelumas per tahun.
"Dan akan menjadi termodern di Asia Tenggara," ujarnya.
Sementara, lube oil blending plant memiliki kapasitas produksi 350.000 ton per tahun. Ini merupakan fasilitas lube oil blending plant ketiga yang dimiliki Pertamina.
"Kita akan menjadi salah satu produsen dengan kapasitas tertinggi di Asia Tenggara. Kalau ini selesai kapasitasnya menjadi 600.000 ton per tahun," ucapnya.
Selain itu, lanjut Hanung, Pertamina juga akan berekspansi dengan mengakuisisi fasilitas produksi pelumas di Thailand. Sejauh ini Pertamina telah menancapkan kukunya di 25 negara dunia.
"Sekarang proses akuisisi fasilitas produksi di Thailand yang sudah mendekati final. Ini akan menjadi basis produksi untuk pemasaran di Indonesia-China. Kita akan agresif pemasaran juga ke China dengan bekerja sama dengan perusahaan pelumas di sana," katanya.
Sumber : merdeka.com
Langganan:
Postingan (Atom)

